PVMBG Angkat Bicara soal Awan Merapi Mirip Kepala Petruk

                     PVMBG Angkat Bicara soal Awan Merapi Mirip Kepala Petruk                PVMBG Angkat Bicara soal Awan Merapi Mirip Kepala Petruk

Kepala Pusat Vulkanologi beserta Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hendra Gunawan mengungkapkan awan adapun menyerupai kepala Petruk di atas kawah puncak Gunung Merapi merupakan bentuk mengenai awan panas guguran (APG).

"Saya kira fenomena bagaikan abu APG, bahkan bentuk awan putih sudah sering beredar sejak lama," ujar dia kepada CNNIndonesia.com, Senin (13/3).

APG atau biasa disebut wedhus gembel adalah arus gas maka material piroklastik bersuhu jangkung nan beranjak sangat tangkas efek ketimbang erupsi ketimbang gunung api.

Ia menjelaskan fenomena itu merupakan hal yang sering terlihat dalam masyarakat. Padahal bentukan awan itu memang terlihat beragam jika dilihat daripada lingkungan lain.

"Tapi pendapat saya pribadi karena sebuah fenomena kebetulan saja," katanya.

Namun ia enggan berkomentar apakah awan bahwa mengepul antara pucuk kawah itu memerankan simbol bahaya mengenai aktivitas gunung Merapi.

Ia namun menjelaskan bila dampak atas terjadi erupsi berupa abu, dapat ditangani memakai memcemerlangkan abu tersebut memakai sapu menyertai dibilas memakai air menyertai disarankan memakai masker.

Sebelumnya, para pengungsi Gunung Merapi dihebohkan memakai beredarnya sebuah foto awan atas puncak gunung menyerupai wajah Petruk, salah satu punakawan paling dalam pewayangan Jawa.

Foto tersebut milik Suswanto (40), warga Dusun Anom, Desa Sudimoro, Kecamatan Srumbung, Magelang, Jawa Tengah. Dia mengaku mengambil foto tersebut Senin (25/10/2010) pukul 05.00 WIB mengenai rumahnya.

"Usai salat subuh, saya begitu melihat puncak Merapi kok ada awan bentuknya aneh. Langsung saya abadikan atas kamera digital," ujar Suswanto.

Asap Merapi Pagi ini pic.twitter.com/1WERXBW5Di

Suswanto kemudian memperlihatkan foto itu kepada kaum tetataran desanya sebagaimana di Desa Ngargosuko, Desa Salamsari, Desa Krajan, Desa Jengglis, Desa Kemiren , Desa Sumberejo bersama Desa Kaliurang.

Sugihartono maka tetarafnya mengaku sangat mempercayai mitos Mbah Petruk maka Nyai Petruk. Mitos itu terkait cerita tentang kekecewaan Raja Majapahit, Brawijaya terhadap Kerajaan Demak dalam kisah Sabdo Palono Genggong. Brawijaya saat itu ingin menyepi dekat Gunung Lawu namun diusir. Brawijaya akhirnya bersemedi dekat puncak Merapi.

Saat menyepi antara Merapi, Brawijaya bertemu beserta seorang wanita tua yang konon disebut Nyai Petruk atau Mbah Petruk. "Mbah Petruk lantas mengeluarkan sabda jika ada pemimpin antara sekitar Merapi yang tidak akurat dirinya bakal menagih janji," ujar Sugihartono.

Sugihartono menjelaskan dalam foto itu kepala Mbah Petruk menghadap ke Selatan. Ini artinya letusan Merapi yang tergede bagi menimpa hadapan Yogyakarta dan sekitarnya.

"Kuncir belakang dan hidung tajamnya menghadap ke selatan, Yogyakarta. Maka diperkirakan nan mau mendapat akibat lepas merupakan kota Yogyakarta dan sekitarnya," kata Sugihartono dikutip